Konsultan Inklusi Financial

Project/Consultancy Title : Konsultan Inklusi Financial
Project Location(s) : Semarang, Surabaya, Medan

Latar Belakang:
Program Financial Inclusion for Women Entrepreneurs bertujuan memperkuat kapasitas dan ketahanan usaha perempuan pemilik/pengelola usaha mikro dan kecil (UMK) melalui peningkatan literasi dan digitalisasi usaha, akses terhadap produk dan layanan keuangan formal, serta penguatan ekosistem kewirausahaan perempuan. Program ini menargetkan 40.000 perempuan pemilik/pengelola usaha mikro dan kecil di Kota Semarang, Surabaya dan Medan selama periode Oktober 2025 – September 2027.

Konsultan Pengembangan Bisnis dan Akses Keuangan bertugas mendukung implementasi strategis akses keuangan dan pengembangan kemitraan program untuk meningkatkan pemanfaatan produk dan layanan keuangan formal oleh perempuan pemilik/pengelola UMK, dan bekerja sama dengan lembaga jasa keuangan, penyedia layanan digital, pemerintah pusat dan daerah, asosiasi UMK, organisasi berbasis komunitas, lembaga riset, serta pemangku kepentingan lainnya.

Ruang Lingkup Pekerjaan
Konsultan akan mendukung Program Manager Financial Inclusion for Women Entrepreneurs dalam memastikan pelaksanaan kegiatan berikut:
1.Pengembangan Kemitraan dan Akses Keuangan
● Mengembangkan dan mengelola kemitraan dengan lembaga jasa keuangan formal, termasuk perbankan, fintech dan penyedia layanan keuangan lainnya.
● Memastikan terjalin kerjasama program dengan 2-3 lembaga jasa keuangan melalui penandatanganan MoU atau bentuk kemitraan lainnya.
● Menjalin komunikasi dan koordinasi rutin dengan lembaga jasa keuangan, pemerintah daerah, asosiasi usaha, dan pemangku kepentingan lainnya untuk mendukung pencapaian target program.
● Menghadiri rapat koordinasi dan forum terkait penguatan akses keuangan peserta.

2. Fasilitasi Akses Produk dan Layanan Keuangan
● Mengidentifikasi kebutuhan peserta terhadap produk dan layanan keuangan yang sesuai dengan kebutuhan usaha mereka.
● Memfasilitasi akses peserta terhadap produk dan layanan keuangan formal melalui mekanisme rujukan (referral), koordinasi dengan mitra keuangan, serta kegiatan seperti business matching, financial access clinic, dan sosialisasi produk keuangan
● Mendukung peningkatan pemanfaatan produk layanan keuangan formal oleh peserta program.

3. Dukungan terhadap Pencapaian target Program
● 30% dari 40.000 perempuan pemilik/pengelola UMK (12.000 peserta) memiliki ketahanan dan kesehatan keuangan yang ditandai dengan peningkatan usaha.
● 75% dari 40.000 perempuan pemilik/pengelola UMK (30.000 peserta) mengalami peningkatan pengetahuan terkait literasi digital, pemasaran digital, literasi keuangan, manajemen keuangan serta produk dan layanan keuangan.
● 60% dari 40.000 perempuan pemilik/pengelola UMK (24.000 peserta) memiliki akses terhadap pemasaran digital.

●60% dari 40.000 perempuan pemilik/pengelola UMK (24.000 peserta) memiliki akses terhadap produk dan layanan keuangan formal.
● 70% dari 24.000 perempuan pemilik/pengelola UMK (16.800 peserta) aktif menggunakan produk dan layanan keuangan, minimal melakukan transaksi satu kali setiap bulan.

4.Monitoring, Pelaporan dan Analisis
● Mendukung monitoring dan verifikasi data capaian peserta terkait akses dan penggunaan layanan keuangan
● Mengidentifikasi hambatan dan peluang dalam meningkatkan akses keuangan peserta program
● Menyusun laporan berkala terkait perkembangan kemitraan, capaian program, tantangan implementasi serta rekomendasi tindak lanjut.
● Mendukung pengelolaan data base peserta yang mengakses produk dan layanan keuangan.

 

Consultant Deliverables:
Konsultan diharapkan menghasilkan dokumen dan output sebagai berikut:
1. Pemetaan lembaga jasa keuangan potensial dan strategi pengembangan kemitraan.
2. Daftar dan profil fasilitas produk dan layanan keuangan yang relevan bagi perempuan pemilik/pengelola UMK.
3. Mekanisme referral peserta kepada lembaga jasa keuangan yang terdokumentasi dan disepakati bersama.
4. Laporan bulanan terkait perkembangan kemitraan dan referral peserta.
5. Database peserta yang dirujuk dan mengakses produk/layanan keuangan.
6. Laporan analisis hambatan dan peluang peningkatan akses keuangan peserta.
7. Laporan akhir yang mencakup capaian target akses layanan keuangan formal, pembelajaran program, tantangan implementasi serta rekomendasi tindak lanjut program.
8. Monitoring pembukaan produk dan memastikan ada active user dimana ada transaksi sebulan sekali melalui monitoring berkala.

 

Jangka Waktu Penugasan:
Periode penugasan konsultan adalah sejak ditandatanganinya kontrak sampai dengan Oktober 2026

Konsultan akan melapor kepada:
Konsultan akan melapor langsung kepada Program Manager Financial Inclusion for Women Entrepreneurs dan Training and Mentoring Officer serta bertanggung jawab untuk memberikan pembaruan secara berkala terkait perkembangan kemitraan, capaian akses produk dan layanan keuangan, tantangan implementasi, serta rekomendasi tindak lanjut guna mendukung pencapaian target program.

 

Konsultan akan bekerja sama dengan:
Dalam pelaksanaan tugasnya, konsultan akan bekerja sama secara erat dengan Program Manager, Training and Mentoring Officer, tim Monitoring, Evaluation, Accountability and Learning (MER-L), Program Officer di Kota Semarang, Kota Surabaya, dan Kota Medan. Selain itu, konsultan juga akan berkoordinasi secara rutin dengan lembaga jasa keuangan mitra, pemerintah daerah, asosiasi usaha, organisasi pendukung UMKM, dan pemangku kepentingan lainnya yang relevan untuk mendukung pencapaian target akses produk dan layanan keuangan bagi perempuan pemilik/pengelola UMK.

 

Kualifikasi dan Pengalaman:
● Minimal S1 di bidang Keuangan, Ekonomi, Manajemen, Bisnis, Pembangunan Sosial, atau bidang terkait.
● Minimal 3–5 tahun pengalaman dalam program inklusi keuangan, pengembangan UMKM, atau pemberdayaan ekonomi perempuan.
● Memiliki pengalaman bekerja sama dengan perbankan, lembaga keuangan mikro, fintech, atau penyedia layanan keuangan formal lainnya.
● Memiliki pengalaman dalam pengembangan kemitraan dan stakeholder engagement.
● Memiliki pengalaman memfasilitasi akses pembiayaan atau produk keuangan bagi UMKM.
● Memahami ekosistem inklusi keuangan dan kebutuhan perempuan pelaku usaha di Indonesia.
● Memiliki kemampuan analisis data dan pelaporan program.
● Memiliki kemampuan komunikasi, negosiasi, dan koordinasi yang baik dengan berbagai pemangku kepentingan.
● Mampu bekerja secara mandiri maupun dalam tim.

Keberagaman, Kesetaraan, dan Inklusi
Pencapaian misi kami dimulai dari bagaimana organisasi membangun tim dan bekerja sama. Keberagaman latar belakang, pengalaman, keyakinan dan cara berfikir diyakini dapat memperkuat organisasi dalam menghadapi berbagai tantangan secara lebih efektif.
Kami berupaya menciptakan lingkungan kerja yang dilandasi rasa percaya dan saling menghargai, dimana setiap individu dapat menyampaikan perspektifnya secara autentik, berkembang secara personal maupun profesional, serta berkolaborasi untuk memberikan kontribusi terbaik.
Kami menyadari bahwa keberagaman dan inklusi adalah proses yang terus berjalan. Karena itu, kami berkomitmen untuk terus belajar, mendengarkan dna berkembang agar menjadi organisasi yang semakin inklusif, setara dan terbuka bagi semua.

 

Kesempatan Kerja yang Setara
Mercy Corps Indonesia berkomitmen menciptakan lingkungan kerja yang penuh rasa hormat dan aman secara psikologis, di mana setiap individu memiliki kesempatan yang setara untuk berkembang. Kami tidak mentoleransi segala bentuk diskriminasi berdasarkan ras, warna kulit, identitas atau ekspresi gender, agama, usia, orientasi seksual, asal kebangsaan atau etnis, disabilitas (termasuk status HIV/AIDS), status pernikahan, status veteran, maupun latar belakang lainnya yang dilindungi di wilayah tempat kami bekerja. Kami berkomitmen menciptakan lingkungan kerja yang penuh rasa hormat dan aman secara psikologis, di mana kesempatan kerja tersedia secara setara bagi semua orang tanpa diskriminasi berdasarkan ras, warna kulit, identitas gender, ekspresi gender, agama, usia, orientasi seksual, asal kebangsaan atau etnis, disabilitas (termasuk status HIV/AIDS), status pernikahan, status veteran militer, atau kelompok lain yang dilindungi hukum.

 

Perlindungan dan Etika

Seluruh anggota tim Mercy Corps Indonesia diharapkan mendukung setiap upaya untuk mewujudkan akuntabilitas, khususnya kepada para pemangku kepentingan serta standar internasional yang menjadi pedoman dalam kerja-kerja kemanusiaan dan Pembangunan internasional. Selain itu, anggota tim juga diharapkan aktif melibatkan masyarakat sebagai mitra yang setara dalam proses perancangan, pemantauan, dan evaluasi proyek di lapangan. Setiap anggota tim wajib menjaga sikap profesionalisme serta menghormati hukum, budaya lokal, serta kebijakan, prosedur, dan nilai-nilai Mercy Corps Indonesia di setiap waktu dan dalam seluruh pelaksanaan kegiatan program.

 

 

Cara Melamar

Kandidat bisa mengirimkan CV terbaru dan surat lamaran : tsiswardini@id.mercycorps.org
Batas akhir pengumpulan aplikasi: 19 Juli 2026.

 

 

terima kasih,

Mercy Corps Indonesia

1052429
Visit Today : 3387
This Month : 98116
Hits Today : 20770
Total Hits : 2238018
Who's Online : 13
Visit Us On FacebookVisit Us On TwitterVisit Us On YoutubeVisit Us On Instagram