RFP-027-IX-14-2026 Restorasi Lahan Terdegradasi melalui Pengayaan Tanaman Lokal di Ekosistem Batang Toru

Konservasi Indonesia adalah yayasan nasional yang didirikan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan di tanah air. Kami merupakan mitra utama Conservation International di Indonesia.

Kami memiliki visi mewujudkan Indonesia yang sehat dan sejahtera, di mana keanekaragaman hayati dihargai dan dilestarikan. Dengan kantor dan lokasi proyek yang tersebar di seluruh Indonesia, kami mengedepankan pendekatan lanskap-seaskap yang berkelanjutan serta membangun kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan lintas sektor dan wilayah untuk memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat dan alam Indonesia.

Seiring dengan upaya kami untuk terus berkembang, saat ini kami mencari Konsultan (Kelompok/Perusahaan) untuk memenuhi ketentuan berikut:

 

Pemulihan Lahan Terdegradasi melalui Pengayaan Jenis Tanaman Lokal untuk Meningkatkan Fungsi Ekologis dan Produktivitas Lahan pada Area Penggunaan Lain (APL) di Ekosistem Batang Toru

Request for Proposals

 

Judul: Pemulihan Lahan Terdegradasi melalui Pengayaan Jenis Tanaman Lokal untuk Meningkatkan Fungsi Ekologis dan Produktivitas Lahan pada Area Penggunaan Lain (APL) di Ekosistem Batang Toru

RFP No: 027/IX/14/2026

Tanggal Penerbitan: 14 September 2026

 

  1. Latar Belakang

Ekosistem Batang Toru merupakan salah satu bentang alam prioritas konservasi di Sumatera yang menjadi habitat utama Orangutan Tapanuli (Pongo tapanuliensis), spesies kera besar paling langka di dunia. Kelangsungan hidup spesies ini sangat dipengaruhi oleh kualitas habitat, ketersediaan sumber pakan, dan konektivitas antar kawasan hutan.

Kawasan Area Penggunaan Lain (APL) pada zona penyangga Cagar Alam Dolok Sibual-buali mempunyai peran strategis sebagai penghubung Koridor Bulu Mario dan Koridor Aek Malakkut. Namun sebagian area tersebut mengalami degradasi akibat perubahan penggunaan lahan yang menyebabkan menurunnya fungsi ekologis, kualitas habitat satwa liar, dan produktivitas lahan masyarakat.

Untuk mendukung pemulihan fungsi ekologis lanskap serta meningkatkan manfaat ekonomi masyarakat secara berkelanjutan, Konservasi Indonesia akan melaksanakan program pemulihan lahan terdegradasi melalui pengayaan jenis tanaman lokal pada area APL di Ekosistem Batang Toru.

  1. Gambaran Umum Proyek

Konservasi Indonesia (KI) akan melaksanakan program pemulihan lahan terdegradasi melalui pengayaan jenis tanaman lokal pada Area Penggunaan Lain (APL) di Ekosistem Batang Toru. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas habitat dan konektivitas lanskap, memperkuat fungsi ekologis kawasan, mendukung konservasi Orangutan Tapanuli, serta meningkatkan kapasitas dan peran masyarakat dalam pengelolaan lahan berkelanjutan.

KI mengundang lembaga atau konsultan yang memenuhi kualifikasi untuk melaksanakan kegiatan yang meliputi perencanaan program, peningkatan kapasitas masyarakat, penyediaan bibit tanaman lokal, pelaksanaan pengayaan tanaman pada area ±175 hektare, pembangunan demonstration plot, penerapan geotagging, pemeliharaan dan pemantauan tanaman, serta penyusunan laporan kemajuan dan laporan akhir sesuai dengan Kerangka Acuan yang tercantum pada Lampiran 2.

  1. Kerangka  Acuan,  Hasil  yang  Diharapkan,   dan Jadwal  Hasil  yang  Diharapkan (Mohon lihat lampiran 2 – Kerangka Acuan Kerja)

 

Kontraktor/Institusi yang terpilih akan bertanggung jawab untuk melaksanakan kegiatan pemulihan lahan terdegradasi melalui pengayaan jenis tanaman lokal pada Area Penggunaan Lain (APL) di Ekosistem Batang Toru sesuai dengan ruang lingkup pekerjaan yang diuraikan dalam Kerangka Acuan (Lampiran-2). Deliverables dan jadwal pelaksanaan yang diharapkan adalah sebagai berikut:

Milestone Kegiatan Utama Periode Deliverables
Milestone 1 Perencanaan Program dan Penguatan Kapasitas Masyarakat Oktober 2026 – Desember 2026 • Proposal implementasi dan rencana kerja rinci yang disetujui KI.
• Terlaksananya 1 pelatihan teknik pembibitan dan budidaya tanaman lokal.
• Terlaksananya 1 pelatihan teknik restorasi dan pemeliharaan tanaman.
• Tersedianya modul dan materi pelatihan.
• Tersusunnya laporan pelaksanaan pelatihan yang mencakup daftar peserta, dokumentasi kegiatan, hasil evaluasi pelatihan, serta rekomendasi tindak lanjut penguatan kapasitas masyarakat.
Milestone 2 Pemulihan Lahan Terdegradasi melalui Pengayaan Jenis Tanaman Lokal Januari 2027 – Agustus 2027 • Tersedianya minimal 5.520 bibit tanaman lokal siap tanam sesuai spesifikasi yang disepakati.
• Tersedianya 1 unit temporary nursery/stockpile untuk penyimpanan dan pemeliharaan bibit.
• Terbangunnya 1 demonstration plot minimal seluas 0,5 hektare.
• Terlaksananya kegiatan pengayaan tanaman lokal pada area ±175 hektare yang terdiri atas areal kebun karet (±40 ha), areal bertutupan vegetasi rapat (±100 ha), serta lahan tidak produktif (±35 ha).
• Tersedianya data geotagging seluruh pohon yang ditanam.
• Tersedianya database penanaman dalam format Excel dan shapefile GIS.
• Tersusunnya laporan kemajuan kegiatan yang dilengkapi peta area kerja, data mentah (raw data), tally sheet, dokumentasi lapangan, serta rekomendasi tindak lanjut.
Milestone 3 Pemantauan dan Pemeliharaan Tanaman September 2027 – Oktober 2027 • Tersedianya laporan capaian penanaman dan hasil pemantauan tanaman.
• Tersedianya data monitoring dan evaluasi pasca penanaman.
• Tersedianya analisis survival rate tanaman dan rekomendasi tindakan perbaikan apabila diperlukan.
• Tersusunnya laporan akhir kegiatan yang mencakup seluruh hasil pelaksanaan program, pembelajaran, tantangan, dan rekomendasi keberlanjutan program.
  1. Rincian pengajuan

 

a. Batas Waktu. Proposal harus diterima paling lambat tanggal 30 September 2026 (pukul 17.00 WIB, GMT+7). Pengajuan yang terlambat tidak akan diterima. Proposal harus dikirimkan melalui email ke procurementKI@konservasi-id.org;.  Semua proposal wajib disampaikan sesuai dengan pedoman yang tercantum dalam RFP ini.

b. Masa berlaku penawaran. 120 hari sejak batas waktu penyampaian.

c. Klarifikasi. Pertanyaan dapat diajukan ke procurementKI@konservasi-id.org paling lambat pada tanggal dan waktu yang tercantum dalam jadwal di bawah ini. Subjek email wajib mencantumkan nomor dan judul RFP. KI akan memberikan tanggapan tertulis atas permintaan klarifikasi yang masuk sesuai dengan tanggal yang tercantum dalam jadwal di bawah ini. Tanggapan terhadap pertanyaan yang dianggap relevan bagi seluruh peserta tender akan dimuat di situs web KI dan/atau disampaikan melalui email.

d. Perubahan. Kapan pun sebelum batas waktu penyerahan proposal, KI dapat, dengan alasan apa pun, mengubah dokumen RFP melalui perubahan yang akan dimuat di situs web KI dan/atau disampaikan melalui email.

 

  1. Jadwal Proposal (Harap tambahkan agenda proses seleksi lainnya ke dalam jadwal ini jika relevan, seperti wawancara atau demonstrasi).
Panggilan Permintaan Proposal/RfP 14 September 2026
Klarifikasi disampaikan ke KI 18 September 2026
Klarifikasi diberikan kepada penawar yang diketahui 23-24 September 2026
Tenggat waktu penyampaian proposal ke KI 30 September 2026
Seleksi akhir 13 Oktober 2026

untuk informasi lengkap terkait dengan RFP ini silahkan lihat pada link ini 

1156454
Visit Today : 1767
This Month : 56971
Hits Today : 4450
Total Hits : 2535468
Who's Online : 19
Visit Us On FacebookVisit Us On TwitterVisit Us On YoutubeVisit Us On Instagram